Posted by PuJa on
: Membicarakan Plus Minus Pramoedya
Arwan Tuti Artha
kr.co.id
BUKU ini rasanya tidak terlalu istimewa, jika hanya membicarakan soal Pramoedya Ananta Toer. Apalagi, isinya berbagai kumpulan tulisan yang sebelumnya sudah dimuat media massa dan nyaris tak ada yang baru. Judulnya pun tidak simpel. Panjang dan penuh penjelasan. Pram misalnya diibaratkan sebagai perahu yang setia dalam badai. Toh, masih harus dijelaskan lagi sebagai serba-serbi tentang Pram. Tetapi, sebagai buku referensi yang membicarakan plus dan minusnya Pram, tak bisa dianggap enteng upaya yang dilakukan Penerbit Bukulaela ini. (lebih…)
Filed under: Canting, PUstaka puJAngga
Tags: Arwan Tuti Artha, Canting, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Judul Buku: Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali
Penulis: Koesalah Soebagyo Toer
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan: I, Juli 2006
Tebal: xiv + 266 halaman
Peresensi: Bagja Hidayat
ruangbaca.com
Pramoedya Ananta Toer, penulis Indonesia paling terkenal itu, punya ilmu kebal. Ilmu itu didapatnya ketika muda dari seorang dukun di Tanah Abang. Pram dan seorang pamannya datang ke sana sengaja untuk meminta kekuatan tubuh dalam menghadapi gonjang-ganjing revolusi. (lebih…)
Filed under: PUstaka puJAngga, Review
Tags: Bagja Hidayat, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Review, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Asep Sambodja
oase.kompas.com
Ada pernyataan Pramoedya Ananta Toer yang membuat saya masygul. Dalam buku Saya Ingin Lihat Semua Ini Berakhir (Depok: Komunitas Bambu, 2008), Pramoedya Ananta Toer mengatakan kepada Kees Snoek bahwa sejak berumur 17 tahun, dirinya sudah menolak wayang, karena wayang pada dasarnya hanya omong kosong belaka. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Asep Sambodja, Essay, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »