[PUstaka puJAngga]

desa Kendal-Kemlagi, Karanggeneng
Jl. Raya Makam Sunan Drajad – Sukodadi,
Lamongan, Jawa Timur, Indonesia.
Nurel Javissyarqi | Buat Lencana Anda

http://nurelj.blogspot.com/
http://nureljav.blogspot.com/
http://sayap-sembrani.blogspot.com/
http://sastrarevolusioner.blogspot.com/

Nurel Javissyarqi lahir di Lamongan 8 Maret 1976. Sejak kecil senang mendengarkan dongeng, terutama kisah Kuda Sembrani yang dituturkan buyutnya Kasipah. Ayahnya seorang guru, ibundanya pedagang. Awalnya ingin jadi pelukis dari kegemarannya menggambar sejak belia. Saat di bangku Ibtidaiyah, siangnya menggembala, di masa Tsanawiyah, sorenya masuk Sanggar Alam diasuh pelukis Tarmuzie 1989, sempat berpameran lukis tahun 1990, 1991, (vakum lama, pameran paling akhir 2001). 1993 hijrah ke Jombang sekolah Aliyah, tepatnya 1994 belajar menulis secara autodidak oleh hasrat melukis tidak tersalurkan di Pesantren Al-Aziziyah Denanyar (pengasuhnya KH. Abdul Aziz Masyhuri, penulis, penerjemah kitab-kitab Arab klasik).

Tahun 1995 akhir mengembara ke Yogya, di bidang lukis pernah dibimbing Harjiman (almarhum), dalam kepenulisan nyantrik kepada Suryanto Sastroatmodjo (almarhum), disamping di Komunitas Sastra Mangkubumen, dan jebolan kampus UWMY. Sempat di Darussalam, Watucongol, Muntilan, Magelang, di Pesantren Kyai Ageng Muhammad Besyari, Tegalsari, Jetis, Ponorogo (menapak tilas R. Ng. Ronggowarsito). Tulisannya sempat tersebar di Solo Pos, Minggu pagi, Kedaulatan Rakyat, Bernas, Pos Kita, Majalah Kuntum, MPA, Kidung, Duta Masyarakat, Republika, Lampung Post dll. Antologi bersamanya Embun Tajalli (DKY 2000, bernama samaran Nurla Gautama), Gemuruh Ruh (2008) dll.

Buku stensilan maupun cetakannya, Sarang Ruh (Antologi Puisi dikomentari Suminto A. Sayuti, Pengantar RPA. Suryanto Sastroatmodjo 1999), Balada-balada Takdir Terlalu Dini (Pengantarnya KRT. Suryanto Sastroatmodjo 2001), Ujaran-ujaran Hidup Sang Pujangga (Kumpulkan aforisma dari tahun 1994-2004, diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Mrs. Enda Menzies, Welly Kuswanto, Agus B. Harianto 2004), Segenggam Debu di Langit (Esai & Puisi 2004), Sayap-sayap Sembrani (Prosa & Haiku 2004), Kulya dalam Relung Filsafat (Kata-kata mutiara, ‘Bercermin Pada Kalender Kearifan Leo Tolstoy 2004), Kumpulan Cahaya Rasa Ardhana (Prosa & Esai 2005), Batas Pasir Nadi (Puisi & Esai 2005), Trilogi Kesadaran (Esai; ‘Kajian Budaya Semi, Anatomi Kesadaran, dan Ras Pemberontak 2006), Kitab Para Malaikat (Puisi, dipengantari Maman S. Mahayana 2007), Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (Esai, terbitan SastraNesia & PuJa 2011) dll.

Di tahun 2000 mendirikan Komunitas Sastrawan Tugu Indonesia di Yogya, mendeklarasikan Lingkar Seni Budaya Muslim Indonesia, sekjen Forum Kajian Kebudayaan Hindis, bersama Y. Wibowo pernah sebagai pengkaji di Center For Social Democratic Studies Yogyakarta. 11 Juni 2001 Puisi Balada-nya Di Bukit Pasir Prahara dipanggungkan di TB Surakarta, diiringi gamelan & tari dibantu komunitas Lapen 151. Naskah Teater-nya dipentaskan di UNEJ dan IAIN Surabaya, Juli 2007 bertitel ZAITUN; Cahaya di atas cahaya, disutradarai Tomtom (dari Teater Tiang Jember). Sempat mendirikan Majalah Gerbang Massa, Jurnal Sastra Timur Jauh, Jurnal Kebudayaan The Sandour, Forum Sastra Lamongan, pun bergabung di KOSTELA. Sering memberikan kata pengantar buku, mengisi diskusi, seminar, juga juri lomba baca puisi, dan mengikuti festival sastra Internasional. Pemimpin penerbitan PuJa atau PUstaka puJAngga http://pustakapujangga.com/  pengelola web http://sastra-indonesia.com/ dll. Kini tinggal di bumi reog Ponorogo, nomor kontak: 081331778191

Leave a Reply