Posted by PuJa on
Eka Kurniawan *
Tugas seorang penulis, dan intelektual secara umum, adalah bersuara. Tapi sejarah memperlihatkan, ada kalanya penulis memilih pesan bisu. Satu waktu, Gabriel García Márquez dan Mario Vargas Llosa pergi menonton film di bioskop. Entah apa yang terjadi di dalam, keduanya terlibat adu jotos. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Eka Kurniawan, Essay, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Jalaluddin Rakhmat
Buletin Al-Tanwir, Nomor 127 Edisi 15 Nov 1998
Satu-satunya manusia yang dilahirkan di bawah naungan Ka’bah adalah Ali bin Abi Thalib. Ketika ibunya, Fathimah binti Asad, dalam keadaan hamil tua, ia thawaf mengelilingi Ka’bah. Pada saat itulah, datang tanda-tanda bahwa ia akan segera melahirkan. Abu Thalib lalu membawanya masuk ke dalam Ka’bah dan di tempat itulah Ali bin Abi Thalib lahir. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Jalaluddin Rakhmat, PUstaka puJAngga
No Comments »
Posted by PuJa on
Hamid Basyaib
Jalaluddin Rakhmat yakin bahwa Gus Dur adalah seorang yang menguasai ilmu laduni — pengetahuan yang didapat seseorang tanpa melalui proses belajar. Bagaimana ia bisa seyakin itu? Ia menopang keyakinannya dengan cerita ketika ia, Gus Dur dan beberapa cendekiawan Islam, berkunjung ke Teheran atas undangan pemerintah Iran, pertengahan 1990an. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Abdurrahman Wachid, Essay, Hamid Basyaib, Jalaluddin Rakhmat, PUstaka puJAngga
No Comments »