Posted by PuJa on Desember 5, 2017
Nurel Javissyarqi Seperti hari biasanya, mengelilingi kota Reyog sambil mengukir masa memahat waktu di kedalaman kalbu, kadang menghitung usia apa saja yang terlintas. Betapa damai jalan-jalan terlewati; menyusuri pemandangan alam ke Pulung, memutari keindahan telaga Ngebel yang pepohonannya tinggi menjulang, dan dedaunnya melambai ringan merekam jejak perjalanan, mungkin kelak diceritakan oleh angin musim pergantian.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi Saya tahu Kota Gresik sejak duduk di bangku sekolah Mts, sewaktu pertama kali naik bus sendiri ke Surabaya, dengan maksud ke Tunjungan Plaza sekadar ingin menikmati suasana Kota Pahlawan. Saat melewati wilayahnya, saya disuguhkan berhektar-hektar tambak garam serta gudang-gudangnya; pada lintasan itu saya terpesona kerjanya kincir angin pula para petaninya yang tekun mengalirkan […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi “Nun, demi kalam (pena) dan apa yang mereka tuliskan.” QS. al Qalam (68) ayat 1. Judul di atas mengambil olok-olokkannya kritikus Dami N. Toda kepada kritikus A. Teeuw dalam esainya “Mempertanyakan Sastra Itu Kembali” di bukunya “Apakah Sastra?” (Cetakan Pertama, Indonesia Tera 2005), yang termasuk versi iklan kecap menurut saya. Dan oleh karena […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga