Posted by PuJa on
Pertukaran Pendapat antara Goenawan Mohamad dan Pramoedya Ananta Toer
Betapa superfisialnya retorika Neo Pujangga Baruisme Goenawan Mohamad dibanding bahasa otobiografis Pramoedya Ananta Toer! Kita bisa gampang menilai siapa yang cuma berbasa basi dalam pertukaran pendapat di bawah!!! (Saut Situmorang)
Surat Terbuka buat Pramoedya Ananta Toer
Goenawan Mohamad
Tempo, Edisi 000409-005/Hal. 96 Kolom (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Goenawan Mohamad, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com, Saut Situmorang
No Comments »
Posted by PuJa on
K.H. A. Azis Masyhuri
Indahnya Menuangkan Gagasan dalam Tulisan
“Menulis adalah sebuah eksotisme, bahkan membuat segala sesuatu menjadi indah”. Begitulah kata Tahar Ben Jelloun. Dan memang aktifitas menulis pada dasarnya merupakan salah satu pilihan berkreatifitas yang cukup menantang dalam rangka aktualisasi diri bagi mereka yang bergelut dengan dunia pengetahuan dan intelektualitas. Termasuk di dalamnya masyarakat pesantren, yang sejak awal sejarahnya memang memfokuskan diri pada kajian keislaman. Dalam konteks ini, setidaknya ada dua alasan penting mengapa aktifitas menulis menjadi hal yang menarik. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, K.H. A. Azis Masyhuri, PUstaka puJAngga
No Comments »
Posted by PuJa on
Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Muhammad Muhibbuddin
I
Raden Mas Subroto meditated
to face Sang Hyang Widi.
He in the long time meditated in love
for Suminten to be his beloved
until he was dead. (lebih…)
Filed under: Ballad, Poems, Poetry, PUstaka puJAngga
Tags: Ballad, Muhammad Muhibbuddin, Nurel Javissyarqi, Poems, Poetry, PUstaka puJAngga
No Comments »