Posted by PuJa on
Maman S. Mahayana *
Teori sastra (literary theory)[1] di Indonesia secara praksis sering kali dipahami juga sebagai kritik sastra (criticism).[2] Sementara kritik sastra tidak jarang diperlakukan sebagai pendekatan (approaches to literature).[3] Dalam hal ini, kritik sastra dianggap merupakan pendekatan yang dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk berbagai kepentingan penelitian terhadap karya sastra konkret. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Kritik Sastra, Maman S. Mahayana, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
H. Bahrum Rangkuti
Tidak mudah melukiskan secara objektif dan ilmiah judul di atas ini, lebih-lebih karena cerpen Langit Makin Mendung karangan Kipandjikusmin, sangat dihebohkan oleh golongan besar umat Islam. Hamka sendiri sebagai saksi ahli dalam sidang pengadilan atas dimuatkannya cerpen tersebut dalam majalah Sastra, merasa dirinya sangat tersinggung dan menyatakan kepada hakim ketua, ia akan murtad jika ia sebagai Penanggung Jawab majalah Kiblat memuatkannya dalam majalah yang dipimpinnya itu. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Bahrum Rangkuti, Essay, Kritik Sastra, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »