Posted by PuJa on Maret 28, 2010
Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto Nukilan dari GRAND TESTAMENT XVIII François Villon “Apa kauperbuat” datang tanya tiba-tiba, “Sampai tersangka jadi pencuri di lautan?” Yang ditanya buru-buru menjawab tanya: “Kenapa aku pencuri kaunamakan? Karena aku membajak di lautan? Dengan hanya sebuah kapal kecil dan lemah?
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto MABUKLAH! Charles Baudelaire Meski selalu mabuk. Terang sudah: itulah masalah satu-satunya. Agar tidak merasakan beban ngeri Sang Waktu yang meremukkan bahu serta merundukkan tubuhmu ke bumi, mestilah kau bermabuk-mabuk terus-terusan. Tetapi dengan apa? Dengan anggur, dengan puisi, dengan kebajikan, sesuka hatimu. Tetapi mabuklah!
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
1 Comment »