Posted by PuJa on

Self Portrait Nurel Javissyarqi by Wawan Pinhole, 2013
(kupasan ke nol dari sebelum paragraf ketiga, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)
Nurel Javissyarqi
“Wahrheiten wollen erkannt und festgestellt, eben bewahrheitet sein; die Wahrheit selbst bedarf dessen nicht, sondern sie ist es, die allein bewährt, was irgend als wahr erkannt sein und gelten soll.” “Segala kebenaran maunya diketahui dan dinyatakan, dan juga dibenarkan; kebenaran itu sendiri tidak perlu akan itu, karena ialah yang menunjukkan, apa yang diketahui benar dan harus berlaku.” (Paul Natorp, Individuum und Gemeinschaft, diterjemahkan oleh Dr. Mohammad Hatta). (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Ignas Kleden, Kritik Sastra, Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia, Nurel Javissyarqi, PUstaka puJAngga, Sutardji Calzoum Bachri
No Comments »
Posted by PuJa on

(kupasan keenam dari paragraf kedua, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)
Nurel Javissyarqi
Mitos angka tiga belas, banyak yang mengira sebagai nomor kesialan, mungkin ada yang menganggapnya hingga ke tataran mempercayai. Sebab kini menemui bilangan ke 13, saya kan membuka selaputan penuh kalimat pada paragraf satu dan dua dari esainya IK, melalui kaca mata tiga dimensi. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Ignas Kleden, Kritik Sastra, Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia, Nurel Javissyarqi, PUstaka puJAngga, Sutardji Calzoum Bachri
No Comments »
Posted by PuJa on

(kupasan kelima dari paragraf kedua, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)
Nurel Javissyarqi
Untuk menjadi telaah karya yang istimewa, harus ada ketajaman dalam menggali kepengrajinan karya, inspiratif dan orisinal, argumentasi yang meyakinkan, dan keberanian menafsir (Jakob Sumardjo). (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Ignas Kleden, Kritik Sastra, Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia, Nurel Javissyarqi, PUstaka puJAngga, Sutardji Calzoum Bachri
No Comments »
Posted by PuJa on

(kupasan keempat dari paragraf kedua, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)
Nurel Javissyarqi
Kini marilah mengudar pahamnya Jean-Paul Sartre, “Man is condemned to be free” (Manusia dikutuk untuk bebas), yang saya benturkan dengan kalimat bernada kentir, “Man is blessed to be free” (Manusia diberkahi untuk bebas)? (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Ignas Kleden, Kritik Sastra, Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia, Nurel Javissyarqi, PUstaka puJAngga, Sutardji Calzoum Bachri
No Comments »