Posted by PuJa on
Jalaluddin Rakhmat
Buletin Al-Tanwir, Nomor 127 Edisi 15 Nov 1998
Satu-satunya manusia yang dilahirkan di bawah naungan Ka’bah adalah Ali bin Abi Thalib. Ketika ibunya, Fathimah binti Asad, dalam keadaan hamil tua, ia thawaf mengelilingi Ka’bah. Pada saat itulah, datang tanda-tanda bahwa ia akan segera melahirkan. Abu Thalib lalu membawanya masuk ke dalam Ka’bah dan di tempat itulah Ali bin Abi Thalib lahir. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Jalaluddin Rakhmat, PUstaka puJAngga
No Comments »
Posted by PuJa on
Hamid Basyaib
Jalaluddin Rakhmat yakin bahwa Gus Dur adalah seorang yang menguasai ilmu laduni — pengetahuan yang didapat seseorang tanpa melalui proses belajar. Bagaimana ia bisa seyakin itu? Ia menopang keyakinannya dengan cerita ketika ia, Gus Dur dan beberapa cendekiawan Islam, berkunjung ke Teheran atas undangan pemerintah Iran, pertengahan 1990an. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Abdurrahman Wachid, Essay, Hamid Basyaib, Jalaluddin Rakhmat, PUstaka puJAngga
No Comments »
Posted by PuJa on
Gabriel García Márquez
Penerjemah: Rambuana **
Saat itu hari Selasa di Cali. Pria itu, yang baginya akhir pekan adalah sebuah periode yang keruh tak berujung–tiga hari tanpa bekas–telah mengangkat gelas demi gelas dengan pantas dan cekatan dan keras kepala hingga tengah malam pada hari Minggu. Pada Selasa pagi, saat dia membuka mata dan merasa kamarnya dipenuhi oleh rasa pening sebesar raksasa, pria itu meyakini dia hanya telah berpesta di malam sebelumnya dan telah terbangun pada Minggu pagi. (lebih…)
Filed under: PUstaka puJAngga, Short Story
Tags: Gabriel García Márquez, PUstaka puJAngga, Rambuana, Sastra-Indonesia.com, Short Story
No Comments »