Posted by PuJa on Desember 2, 2012
(kupasan kedua dari paragraf kedua, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Alibi, bukan sosok gagasan atau bayangannya pun bukan anak kembaran, tapi duplikat, palsu, plagiat. Alibi, bukan cahaya atau yang ditempainya, namun arsip bodong yang sengaja mencipta penggandaan semu, mengada sedari perkiraan yang direka-reka keberadaanya demi memperkuat nafsu yang tidak terlaksana.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
(kupasan pertama dari paragraf kedua, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Di bagian V saya menyebutkan, “…alunan peribahasa yang secara tidak kentara membentuk pola bernalar.” Sebelum membaca paragraf kedua esainya IK, saya akan mengupas kulit luaran demi ke dalam. Ada peribahasa melayu yang berbunyi, “Jika intan keluar dari mulut anjing sekalipun, bernama intan juga.” […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
(kupasan keenam dari paragraf awal, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Bagian ini menuntaskan tulisan-tulisan sebelumnya mengenai paragraf awal IK, serupa balutan muakhir demi pijakan lanjut. Saya mulai dengan sedikitnya ‘merevisi’ pandangan kritikus Maman S Mahayana di bukunya “9 Jawaban Sastra Indonesia” sebuah orientasi kritis, terbitan Bening Publishing, cetakan tahun 2005, Bagian IV: “Sarana […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
(kupasan kelima dari paragraf awal, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Saya bayangkan kelas Dr. Ignas Kleden berdalih bahwa peleburan, pembelokan, perubahan atau perombakan dari ‘bebas’ ke ‘terobos,’ semacam mengikuti hukum situasional nan ditangkap daya indrawi. Seirama ungkapan filsuf yang berjiwa keragu-raguan kuat, John Langshaw Austin (1911-1960). Di sini saya menangkap pelahan demi mencapai […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga