An interview with Indonesian author Sigit Susanto
Posted by PuJa on Januari 23, 2020Beyond “dustbin literature”
Beyond “dustbin literature”
Tidak lama lagi bisa dibaca juga di <www.koreana.or.kr> Korea Foundation
Dwi Pranoto * Pertama-tama, tentu, tumbuh campuran perasaan gentar dan antusias saat berhadapan dengan Edisi Revolusi dalam Kritik Sastra; Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia (MMKI); Buku Pertama: Esai-esai Pelopor Pemberontakan Sejarah Kesusastraan Indonesia, karya Nurel Javissyarqi. Bagaimana tak tumbuh adukan perasaan gentar dan antusias, MMKI punya ketebalan xii + 570 halaman. Sangat tebal! Setidaknya bagi saya.