Posted by PuJa on Juli 20, 2013
(kupasan ke tiga dari paragraf lima dan enam, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (I-VII) V Nurel: “Pak Yamin, Bapak Ki Hadjar Dewantara pengen nimbrung.” Yamin: “O… Mas Dewantara, dipersilahkan masuk, Nurel.” Nurel: “Ya Bapak” (Selanjutnya mereka berdua ngobrol dan saya membuka Laptop). Dewantara: “Assalamualaikum” […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
(kupasan ke tiga dari paragraf lima dan enam, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (I-VII) IV Yamin: “Sebelum berlarut, ambilkan pengertian Sumpah Palapa lebih dulu di Wikipedia.” Nurel: “Ya Bapak. Sumpah Palapa ialah suatu pernyataan atau sumpah, yang dikemukakan Gajah Mada pada upacara pengangkatannya menjadi […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
(kupasan ke tiga dari paragraf lima dan enam, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (I-VII) III Yamin: “Kenapa tidak ambil data dari karya-karyaku, Nurel?” Nurel: “Buku-buku Bapak berada di Lamongan, sedang saya kini di Ponorogo. Ya semoga sebelum catatan ini rampung, bisa pulang dulu ke […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
(kupasan ke tiga dari paragraf lima dan enam, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (I-VII) II Di bawah ini saya gunakan beberapa pendekatan, ada dongengan bagi yang suka cerita, serta jalur lain. Terpenting tidak lepas dari harapan M. Yamin, yakni lima faktor yang memperteguh ikatan […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga