Posted by PuJa on Desember 2, 2012
(kupasan kedua dari paragraf awal, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Kata ‘upaya’ dan ‘percobaan’ pada pembuka esainya, menampakkan kesan memandang SCB sangat perlu dibuktikan atas perjuangannya. Lagi-lagi orang cerdas lihai dalam mengola tulisannya, sehingga bentukan kabur itu bisa sampai di mana pun letak titik yang dimaui masa-masa pemberhentiannya. Pembelejetan ini ingin tahu sejauh […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
(kupasan pertama dari paragraf awal, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Malam ini 16 Juni 2011 bertepatan gerhana bulan total, saya lanjutkan seirama berpulangnya kegelapan, dan udara dingin pelahan menjulurkan hawa kehangatan, seturut kemauan besar menulis. Alam memberi kesaksian dari kesilapan menemui ke-juntrung-an (kejelasan), bersila di kepunden kesadaran, titik terang sepertiga malam. Ini takkan […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi “Kritik itu semacam saudara tidak muhrim (boleh dinikahi), dan ketika sudah menikah (mengkritik) masih dapat membatalkan wudhu-nya (masih dapat digugat balik). Jikalau kritik dari sesama muhrim bisa disebut nepotisme (perkoncoan), bukanlah kritik (karena tidak boleh dinikahi), atau pujiannya tidak mampu mempengaruhi nilai. Dan kritik yang berhasil, sekali sentuh di manapun, sanggup membatalkan seluruh […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on Mei 16, 2012
Martin van Bruinessen * One of Indonesia’s great traditions is that of Muslim religious learning as embodied in the Javanese pesantren and similar institutions in the outer islands and the Malay peninsula. The raison d’être of these institutions is the transmission of traditional Islam as laid down in scripture, i.e., classical texts of the various […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga