Posted by PuJa on Juli 10, 2021
Dami N. Toda Membicarakan kritik sastra, tidak terlepas dari pengertian peran dan tujuannya terhadap karya sastra. Gayley dan Scott, misalnya menerangkan peran dan tujuan kritik sastra untuk “mencari kesalahan, memuji, menghakimi, membanding-bandingkan dan menikmati”, H.B. Jassin menerangkan tugas kritik sastra “menjembatani dan memberikan penilaian”, I.A. Richards, yang sering disebut sebagai pemula prinsip kritik sastra modern, […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on Februari 2, 2021
Pramoedya Ananta Toer Pokok-pokok pikiran ceramah pada Seminar Sastra yang diadakan Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) Jakarta pada tanggal 26 Januari 1963. Pelopor yang dianggap bapak realisme-sosialis adalah Maxim Gorki. Tanggal timbulnya tak dapat ditentukan dengan pasti, tetapi kira-kira tahun 1905. Istilah realisme-sosialis itu sendiri baru timbul kira-kira tiga puluh tahun kemudian, yakni melalui ucapan […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Jakob Sumardjo Kata kritik bagi kita mempunyai konotasi tidak menyenangkan. Orang tidak senang dinilai oleh orang lain. Akan tetapi, orang senang melihat orang lain menilai orang lain. Jadi, kritik itu hanya mengasyikkan sebagai ‘tontonan’. Kritik memang tradisi baru dalam masyarakat Indonesia. Istilah kritik sendiri jelas tak ada padanannya dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on April 4, 2020
Imam Nawawi * Kalamuna Lafzhun Mufidun Kastaqim wasmun wa fi’lun tsumma harfunil kalim. Wahiduhu kalimatun wal qawlu ‘amm wa kilmatin biha kalamun qod yuamm.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga