Sutardji dan Nurel dalam Kesusastraan Indonesia
Posted by PuJa on April 4, 2020Imam Nawawi * Kalamuna Lafzhun Mufidun Kastaqim wasmun wa fi’lun tsumma harfunil kalim. Wahiduhu kalimatun wal qawlu ‘amm wa kilmatin biha kalamun qod yuamm.
Imam Nawawi * Kalamuna Lafzhun Mufidun Kastaqim wasmun wa fi’lun tsumma harfunil kalim. Wahiduhu kalimatun wal qawlu ‘amm wa kilmatin biha kalamun qod yuamm.
Catatan Kesan atas buku Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia A. Syauqi Sumbawi *
Dwi Pranoto * Pertama-tama, tentu, tumbuh campuran perasaan gentar dan antusias saat berhadapan dengan Edisi Revolusi dalam Kritik Sastra; Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia (MMKI); Buku Pertama: Esai-esai Pelopor Pemberontakan Sejarah Kesusastraan Indonesia, karya Nurel Javissyarqi. Bagaimana tak tumbuh adukan perasaan gentar dan antusias, MMKI punya ketebalan xii + 570 halaman. Sangat tebal! Setidaknya bagi saya.
Catatan kecil buku “Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Taufiq Wr. Hidayat *