Posted by PuJa on Maret 28, 2010
Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto MABUKLAH! Charles Baudelaire Meski selalu mabuk. Terang sudah: itulah masalah satu-satunya. Agar tidak merasakan beban ngeri Sang Waktu yang meremukkan bahu serta merundukkan tubuhmu ke bumi, mestilah kau bermabuk-mabuk terus-terusan. Tetapi dengan apa? Dengan anggur, dengan puisi, dengan kebajikan, sesuka hatimu. Tetapi mabuklah!
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
1 Comment »
Posted by PuJa on Maret 27, 2010
Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto KEPADA PENYAIR Alexander Pushkin Pantangkan penyair, mengharap sanjung yang ramai. Riuh tepuk mereka sebentar mati gemanya; Lalu kaudengar putusan timbangan Pak Tolol Dan ketawa halayak yang bikin hati patah; Tapi andai kau teguh, tak guncang dan sederhana, Rajalah engkau dan nasib raja hidup sendiri.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto KEPADA TOMMASO DEI CAVALIERI Michelangelo Karena matamu aku melihat cahaya nikmat, Yang tidak nampak lagi oleh mata sendiri, Dan walau aku lumpuh, kuberanikan hati Memikul beban, karena yakin kakimu kuat.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto AKU TAK KENAL SEPI Gabriela Mistral Malam: Gurun pegunungan Yang menjengkau ke lautan Tapi aku yang buai kamu Peduli sepi bagiku
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga