Posted by PuJa on Februari 2, 2021
Pramoedya Ananta Toer Pokok-pokok pikiran ceramah pada Seminar Sastra yang diadakan Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) Jakarta pada tanggal 26 Januari 1963. Pelopor yang dianggap bapak realisme-sosialis adalah Maxim Gorki. Tanggal timbulnya tak dapat ditentukan dengan pasti, tetapi kira-kira tahun 1905. Istilah realisme-sosialis itu sendiri baru timbul kira-kira tiga puluh tahun kemudian, yakni melalui ucapan […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Subagio Sastrowardoyo * Judul Buku: Mitos dan Komunikasi Penulis: Umar Junus Penerbit: Sinar Harapan Edisi: Cetakan Pertama, 1981 Halaman: 237 Tempo, 18 Juli 1981 KRITIK sastra modern cenderung kehendak bersifat ilmiah. Unsur subyektif di dalam penghayatan karya sastra, seperti kesan dan citarasa pribadi, sebanyak mungkin hendak dihindari. Cita-citanya kini adalah mendapatkan metode penelitian, ukuran penilaian, […]
Filed under: PUstaka puJAngga, Review
Posted by PuJa on
Arie MP Tamba Jurnal Nasional, 3 Nov 2013 ‘Saya pegang ajaran Multatuli bahwa kewajiban manusia adalah menjadi manusia.‘ (Pramudya Ananta Toer, Tempo, 1999). KETIKA Alice Munro, cerpenis Kanada yang piawai mengolah dan mengurai “jiwa perempuan” sampai ke sela-sela terdalamnya, dan menampilkannya ke permukaan dalam untaian cerita bergaya realis yang memukau menyabet Nobel Sastra 2013, seorang […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Jakob Sumardjo Kata kritik bagi kita mempunyai konotasi tidak menyenangkan. Orang tidak senang dinilai oleh orang lain. Akan tetapi, orang senang melihat orang lain menilai orang lain. Jadi, kritik itu hanya mengasyikkan sebagai ‘tontonan’. Kritik memang tradisi baru dalam masyarakat Indonesia. Istilah kritik sendiri jelas tak ada padanannya dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga