Posted by PuJa on Juli 10, 2021
H. Bahrum Rangkuti Tidak mudah melukiskan secara objektif dan ilmiah judul di atas ini, lebih-lebih karena cerpen Langit Makin Mendung karangan Kipandjikusmin, sangat dihebohkan oleh golongan besar umat Islam. Hamka sendiri sebagai saksi ahli dalam sidang pengadilan atas dimuatkannya cerpen tersebut dalam majalah Sastra, merasa dirinya sangat tersinggung dan menyatakan kepada hakim ketua, ia akan […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Dick Hartoko Kepada penyairlah sabda itu diserahkan untuk dipelihara. Sabda itu lebih padat daripada gagasan saja: sabda adalah gagasan yang telah mendarah dan mendaging. Karena jiwa dan badan itu terlebur menjadi satu keesaan, maka sabda adalah lebih daripada suatu hembusan napas yang hanya mengisyaratkan suatu gagasan.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Boen S. Oemarjati A. Pengertian Romantisisme Pengertian Romantisisme sangat aneka ragam. Mungkin, karena mengacu pada gerakan yang melawan akal, ilmu pengetahuan, otoritas, tradisi, keteraturan, dan disiplin yang mengguncang peradaban Barat akhir abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19, dan mewujud dalam pembaruan-pembaruan sosial, politik, dan moral, terutama di bidang kesenian.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Dami N. Toda Membicarakan kritik sastra, tidak terlepas dari pengertian peran dan tujuannya terhadap karya sastra. Gayley dan Scott, misalnya menerangkan peran dan tujuan kritik sastra untuk “mencari kesalahan, memuji, menghakimi, membanding-bandingkan dan menikmati”, H.B. Jassin menerangkan tugas kritik sastra “menjembatani dan memberikan penilaian”, I.A. Richards, yang sering disebut sebagai pemula prinsip kritik sastra modern, […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga