Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi
Saya tahu Kota Gresik sejak duduk di bangku sekolah Mts, sewaktu pertama kali naik bus sendiri ke Surabaya, dengan maksud ke Tunjungan Plaza sekadar ingin menikmati suasana Kota Pahlawan. Saat melewati wilayahnya, saya disuguhkan berhektar-hektar tambak garam serta gudang-gudangnya; pada lintasan itu saya terpesona kerjanya kincir angin pula para petaninya yang tekun mengalirkan air laut ke ladangnya, dan kala menjelma butiran garam dikeruknya pelahan di bawah terik mentari. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Kritik Sastra, Nurel Javissyarqi, PUstaka puJAngga
No Comments »
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi
“Nun, demi kalam (pena) dan apa yang mereka tuliskan.” QS. al Qalam (68) ayat 1.
Judul di atas mengambil olok-olokkannya kritikus Dami N. Toda kepada kritikus A. Teeuw dalam esainya “Mempertanyakan Sastra Itu Kembali” di bukunya “Apakah Sastra?” (Cetakan Pertama, Indonesia Tera 2005), yang termasuk versi iklan kecap menurut saya. Dan oleh karena kebetulan saya sedang menggarap buku kritik yang rencana judul besarnya “Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia” lewat satu esainya Dr. Ignas Kleden “Puisi dan Dekonstruksi: Perihal Sutardji Calzoum Bachri.” Maka sajian sekarang tidak jauh dari apa yang teranalisa demi memudahkan saya berselancar. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Kritik Sastra, Nurel Javissyarqi, PUstaka puJAngga
No Comments »
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi
Bismillahirrohmanirrohim. Sebelumnya maaf pengantarnya panjang, lantaran menyesuaikan tema yang telah tertandakan. Anggaplah sebagai musababnya materi yang kan tersampaikan atau asbabul wurud-nya demi mendapati pijakan realitas pada kata-kata yang ter-wedar-kan. Kebetulan saya tengah hijrah di bumi Reog, memang tidak jauh dari tanah kelahiran yang kini terpijak, ibunda pertiwi jiwa-raga ini. Bagaimana pun keadaan hijrah tidaklah menyenangkan, ada rindu seolah para muhajir kepada tanah suci atau anak yang mendamba surga di bawah telapak kaki ibu. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Kritik Sastra, Nurel Javissyarqi, PUstaka puJAngga
No Comments »
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi
Dua tahun lalu pertengahan Ramadhan saya ke sini, tepatnya mengikuti kawan-kawan Kutub (para santrinya almarhum Gus Zainal Arifin Thoha); Muhammadun AS, Salman Rusydie Anwar, A. Yusrianto Elga, di antaranya agak lupa siapa saja pengisi pelatihan kepenulisan di Lirboyo, setelah itu ziarah ke makam Gus Zainal. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Kritik Sastra, Nurel Javissyarqi, PUstaka puJAngga
No Comments »