Posted by PuJa on
Dick Hartoko
Kepada penyairlah sabda itu diserahkan untuk dipelihara. Sabda itu lebih padat daripada gagasan saja: sabda adalah gagasan yang telah mendarah dan mendaging. Karena jiwa dan badan itu terlebur menjadi satu keesaan, maka sabda adalah lebih daripada suatu hembusan napas yang hanya mengisyaratkan suatu gagasan. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Dick Hartoko, Essay, Kritik Sastra, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Boen S. Oemarjati
A. Pengertian Romantisisme
Pengertian Romantisisme sangat aneka ragam. Mungkin, karena mengacu pada gerakan yang melawan akal, ilmu pengetahuan, otoritas, tradisi, keteraturan, dan disiplin yang mengguncang peradaban Barat akhir abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19, dan mewujud dalam pembaruan-pembaruan sosial, politik, dan moral, terutama di bidang kesenian. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Boen S. Oemarjati, Essay, Kritik Sastra, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Dami N. Toda
Membicarakan kritik sastra, tidak terlepas dari pengertian peran dan tujuannya terhadap karya sastra. Gayley dan Scott, misalnya menerangkan peran dan tujuan kritik sastra untuk “mencari kesalahan, memuji, menghakimi, membanding-bandingkan dan menikmati”, H.B. Jassin menerangkan tugas kritik sastra “menjembatani dan memberikan penilaian”, I.A. Richards, yang sering disebut sebagai pemula prinsip kritik sastra modern, menerangkan peran dan tujuan kritik sastra untuk “membeda-bedakan pengalaman serta memberikan penilaian sekadarnya terhadap karya sastra”. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Dami N. Toda, Essay, Kritik Sastra, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »