Posted by PuJa on
Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Agus B. Harianto
TENTANG KEMATIAN
John Keats
Mungkinkah mati itu: tidur, bila hidup hanyalah mimpi,
Dan gambaran bahagia luput seperti hantu berlalu?
Segala kesenangan fana seakan-akan hayali.
Betapapun, hemat kita: matilah terperih antara pilu. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Agus B. Harianto, Essay, John Keats, Nurel Javissyarqi, PUstaka puJAngga
1 Comment »
Posted by PuJa on
Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Agus B. Harianto
SAJAK TERAKHIR
Robert Desnos
Begitu keras kau kumimpikan
Begitu banyak aku berjalan, begitu rupa bicara
Begitu kucinta bayang-bayangmu
Hingga bagiku dirimu tiada lagi tersisa
Tinggallah bagiku jadi bayang-bayang di antara bayang-bayang (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Agus B. Harianto, Essay, Nurel Javissyarqi, PUstaka puJAngga, Robert Desnos
No Comments »
Posted by PuJa on
written by Nurel Javissyarqi
Translated by Agus B. Harianto
Percy Bysshe Shelley (August 4, 1792 – July 8, 1822), English poet born in Field Place (Sussex) and died in Spizzia (Italy). Secondary school at Eton, and he entered the University of Oxford (soon after he expelled in the matter of his pamphlet The Necessity of Atheism, 1811). The experiences at Eton and reading of skeptical philosophers books in Oxford, had embedded resentment against all oppression. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Agus B. Harianto, Essay, Nurel Javissyarqi, Percy Bysshe Shelley, PUstaka puJAngga
No Comments »
Posted by PuJa on
Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Agus B. Harianto
PELAIANG*
Hermann Hesse
Malam benderang oleh cahaya kilat
Dan menggerenyet dalam sinar memutih
Dan berkedip ganas, goncang dan mencolok
Di atas hutan, sungai dan mukaku pucat. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Agus B. Harianto, Essay, Hermann Hesse, Nurel Javissyarqi, PUstaka puJAngga
No Comments »