Posted by PuJa on Maret 29, 2010
Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto KEPADA SPANYOL José de Espronceda Percuma kini megah menara ditembok batu dan kekayaan sumber-sumbermu. Tunjukkan daku sisa pusaka pahlawan perkasa, yang mewangi namamu dengan waninya.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on Maret 28, 2010
Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto Nukilan dari GRAND TESTAMENT XVIII François Villon “Apa kauperbuat” datang tanya tiba-tiba, “Sampai tersangka jadi pencuri di lautan?” Yang ditanya buru-buru menjawab tanya: “Kenapa aku pencuri kaunamakan? Karena aku membajak di lautan? Dengan hanya sebuah kapal kecil dan lemah?
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto MABUKLAH! Charles Baudelaire Meski selalu mabuk. Terang sudah: itulah masalah satu-satunya. Agar tidak merasakan beban ngeri Sang Waktu yang meremukkan bahu serta merundukkan tubuhmu ke bumi, mestilah kau bermabuk-mabuk terus-terusan. Tetapi dengan apa? Dengan anggur, dengan puisi, dengan kebajikan, sesuka hatimu. Tetapi mabuklah!
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
1 Comment »
Posted by PuJa on Maret 27, 2010
Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto KEPADA PENYAIR Alexander Pushkin Pantangkan penyair, mengharap sanjung yang ramai. Riuh tepuk mereka sebentar mati gemanya; Lalu kaudengar putusan timbangan Pak Tolol Dan ketawa halayak yang bikin hati patah; Tapi andai kau teguh, tak guncang dan sederhana, Rajalah engkau dan nasib raja hidup sendiri.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga