Ludwig Tieck (1773-1853)
Posted by PuJa on Juli 4, 2010Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto WAKTU Ludwig Tieck Dia ngembara dalam lingkaran abadi dan sama, Sang waktu, menurut caranya yang lama, Atas perjalanannya, tuli dan buta; Anak manusia yang tak malu-malu Mengharap dari saat yang datang senantiasa
