Posted by PuJa on Desember 2, 2012
(kupasan kedua dari paragraf awal, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Kata ‘upaya’ dan ‘percobaan’ pada pembuka esainya, menampakkan kesan memandang SCB sangat perlu dibuktikan atas perjuangannya. Lagi-lagi orang cerdas lihai dalam mengola tulisannya, sehingga bentukan kabur itu bisa sampai di mana pun letak titik yang dimaui masa-masa pemberhentiannya. Pembelejetan ini ingin tahu sejauh […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
(kupasan pertama dari paragraf awal, lewat esainya Dr. Ignas Kleden) Nurel Javissyarqi Malam ini 16 Juni 2011 bertepatan gerhana bulan total, saya lanjutkan seirama berpulangnya kegelapan, dan udara dingin pelahan menjulurkan hawa kehangatan, seturut kemauan besar menulis. Alam memberi kesaksian dari kesilapan menemui ke-juntrung-an (kejelasan), bersila di kepunden kesadaran, titik terang sepertiga malam. Ini takkan […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi “Kritik itu semacam saudara tidak muhrim (boleh dinikahi), dan ketika sudah menikah (mengkritik) masih dapat membatalkan wudhu-nya (masih dapat digugat balik). Jikalau kritik dari sesama muhrim bisa disebut nepotisme (perkoncoan), bukanlah kritik (karena tidak boleh dinikahi), atau pujiannya tidak mampu mempengaruhi nilai. Dan kritik yang berhasil, sekali sentuh di manapun, sanggup membatalkan seluruh […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on Oktober 31, 2012
Written by Nurel Javissyarqi Translated by Agus B. Harianto The streets you through creating a new wind to the world. Leaf shook the sky, the flowers touch the clouds. And what is in the lips, sweeter than pure honey northern mountains. About where you’re going? Step lively as the golden deer for her partner.
Filed under: Poems, PUstaka puJAngga