Posted by PuJa on Februari 2, 2021
Jakob Sumardjo Kata kritik bagi kita mempunyai konotasi tidak menyenangkan. Orang tidak senang dinilai oleh orang lain. Akan tetapi, orang senang melihat orang lain menilai orang lain. Jadi, kritik itu hanya mengasyikkan sebagai ‘tontonan’. Kritik memang tradisi baru dalam masyarakat Indonesia. Istilah kritik sendiri jelas tak ada padanannya dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Karya: Ernest Hemingway Penerjemah: Rambuana * Ia masuk ke dalam kamar untuk menutup jendela, saat kami masih di tempat tidur dan kulihat ia tampak sakit. Ia menggigil, wajahnya pasi, dan ia berjalan pelan seakan linu, meski hanya untuk bergerak. “Ada apa, Schaltz?” “Aku sakit kepala.” “Sebaiknya kamu kembali tidur.” “Tidak. Aku tidak apa-apa.”
Filed under: PUstaka puJAngga, Short Story
Posted by PuJa on
Ary Cahya Utomo * pelitaku.sabda.org 1. Pendidikan Sebagai putra sulung tokoh Institut Boedi Oetomo, Pram kecil malah tidak begitu cemerlang dalam pelajaran di sekolahnya. Tiga kali tak naik kelas di Sekolah Dasar, membuat ayahnya menganggap dirinya sebagai anak bodoh. Akibatnya, setelah lulus Sekolah Dasar yang dijalaninya di bawah pengajaran keras ayahnya sendiri, sang ayah, Pak […]
Filed under: Canting, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Katrin Bandel * Pramoedya Ananta Toer mungkin merupakan sastrawan Indonesia yang paling banyak dibahas dan dikaji di luar Indonesia. Bahkan, selama karyanya dilarang beredar di Indonesia, hanya peneliti di luar negeri – baik orang asing maupun orang Indonesia yang bermukim di negara lain – yang bebas membahas karya Pramoedya. Salah satu hasil kajian tersebut kini […]
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga