Posted by PuJa on Februari 2, 2021
Asep Sambodja oase.kompas.com Ada pernyataan Pramoedya Ananta Toer yang membuat saya masygul. Dalam buku Saya Ingin Lihat Semua Ini Berakhir (Depok: Komunitas Bambu, 2008), Pramoedya Ananta Toer mengatakan kepada Kees Snoek bahwa sejak berumur 17 tahun, dirinya sudah menolak wayang, karena wayang pada dasarnya hanya omong kosong belaka.
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Mustafa Ismail, Arif Zulkifli, Hermien Y. Kleden, Mardiyah Chamim majalah.tempointeraktif.com, 4 Mei 1999 SEBELUM berangkat, Pram bersedia menerima Mustafa Ismail, Arif Zulkifli, Hermien Y. Kleden, Mardiyah Chamim, dan fotografer Robin Ong dari TEMPO hingga beberapa kali. Sembari mengenakan kaus putih dan kain sarung, Pram, ketika menjawab pertanyaan TEMPO, sesekali suaranya meninggi dan keras tatkala menjawab […]
Filed under: Interview, PUstaka puJAngga
Posted by PuJa on
Judul Buku: 1000 Wajah Pram dalam Kata dan Sketsa Penyunting: Astuti Ananta Toer Penerbit: Lentera Dipantara Tebal: xvi+504 halaman Peresensi: Engkos Kosnadi * oase.kompas.com 100 Wajah Pram dalam Kata dan Sketsa, Ini sebuah buku yang saya kategorikan sebagai salah satu “babad pram” yang ditulis oleh sekitar 68 orang yang pusparagam dari mulai wartawan, pemimpin redaksi, […]
Filed under: PUstaka puJAngga, Review
Posted by PuJa on
Gunawan Budi Susanto Suara Merdeka.com, 1 Mei 2006 INNA lillahi wa inna ilaihi rajiun. Pramoedya Ananta Toer tak pernah menyerah di bawah kepongahan dan kebebalan (kekuasaan) manusia. Namun kini, mau tak mau, dia harus menyerah di bawah kuasa ilahi. Ya, Minggu (30/4) kemarin pukul 08.30, dia mengembuskan napas terakhir dalam rengkuhan keluarga tercinta. Kini Pram […]
Filed under: Canting, PUstaka puJAngga