Posted by PuJa on
Katrin Bandel *
Pramoedya Ananta Toer mungkin merupakan sastrawan Indonesia yang paling banyak dibahas dan dikaji di luar Indonesia. Bahkan, selama karyanya dilarang beredar di Indonesia, hanya peneliti di luar negeri – baik orang asing maupun orang Indonesia yang bermukim di negara lain – yang bebas membahas karya Pramoedya. Salah satu hasil kajian tersebut kini hadir dalam terjemahan Indonesia, yaitu buku berjudul Pramoedya Ananta Toer: Luruh dalam Ideologi yang diterbitkan oleh Komunitas Bambu pada bulan Januari 2012. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Katrin Bandel, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Dudi Rustandi
Hampir tak dapat dipungkiri bahwa titik tolak pencerahan dan gelisah hidupku tak dapat dipisahkan dari pengaruh kedua tokoh yang berbeda secara geografis seperti disebut pada judul; Syariati dan Pram, kedua tokoh tersebut dapat dikatakan merupakan satu generasi walau berbeda tempat pijakan, ia sama-sama berada pada satu ruang yang sama dalam memperjuangkan bangsanya masing-masing; berjuang melalui tulisan. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Ali Syariati, Dudi Rustandi, Essay, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Salam,
Surat 26 Februari 1985 saya terima kemarin, juga surat terbuka Achdiat K. Mihardja untuk teman-teman (sarjana) Australia yang dilampirkan. Terimakasih.
Lampiran itu memang mengagetkan, apalagi menyangkut-nyangkut diri saya, dan tetap dalam kesatuan semangat kaum manikebuis pada taraf sekarang: membela diri dan membela diri tanpa ada serangan sambil merintihkan kesakitannya masa lalu, yang sebenarnya lecet pun mereka tidak menderita sedikit pun. Total jendral dari semua yang dialami oleh kaum manikebuis dalam periode terganggu kesenangannya, belum lagi mengimbangi penganiayaan, penindasan, penghinaan, perampasan dan perampokan yang dialami oleh satu orang Pram. Setelah mereka berhasil ikut mendirikan rezim militer, dengan meminjam kata-kata dalam surat terbuka tsb.: (lebih…)
Filed under: Canting, PUstaka puJAngga
Tags: Canting, Keith Foulcher, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Ignas Kleden
majalah.tempointeraktif.com
Pramoedya ist ein Begriff—Pramoedya bukan sekadar nama, tetapi sebuah pengertian, bahkan sebuah konsepsi. Kata-kata itu diucapkan oleh seorang ibu yang amat simpatik, Prof. Irene Hilgers-Hesse, Ketua Jurusan Melayu di Universitas Koeln, ketika mengundang seorang mahasiswa filsafat di Muenchen tahun 1980, yang kebetulan saya sendiri, untuk membicarakan buku Bumi Manusia yang baru saja terbit. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Ignas Kleden, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »