Posted by PuJa on
Pramoedya Ananta Toer
Pokok-pokok pikiran ceramah pada Seminar Sastra yang diadakan Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) Jakarta pada tanggal 26 Januari 1963. Pelopor yang dianggap bapak realisme-sosialis adalah Maxim Gorki. Tanggal timbulnya tak dapat ditentukan dengan pasti, tetapi kira-kira tahun 1905. Istilah realisme-sosialis itu sendiri baru timbul kira-kira tiga puluh tahun kemudian, yakni melalui ucapan Andrei Zhdanov di hadapan Kongres I Sastrawan Soviet di Moskwa pada tahun 1934. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Kritik Sastra, M. S. Hutagalung, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Subagio Sastrowardoyo *
Judul Buku: Mitos dan Komunikasi
Penulis: Umar Junus
Penerbit: Sinar Harapan
Edisi: Cetakan Pertama, 1981
Halaman: 237
Tempo, 18 Juli 1981
KRITIK sastra modern cenderung kehendak bersifat ilmiah. Unsur subyektif di dalam penghayatan karya sastra, seperti kesan dan citarasa pribadi, sebanyak mungkin hendak dihindari. Cita-citanya kini adalah mendapatkan metode penelitian, ukuran penilaian, ketepatan peristilahan serta kesimpulan pemikiran yang dapat dipertanggungjawabkan kepada penalaran yang bisa berlaku secara umum. (lebih…)
Filed under: PUstaka puJAngga, Review
Tags: PUstaka puJAngga, Review, Sastra-Indonesia.com, Subagio Sastrowardoyo, Umar Junus
No Comments »
Posted by PuJa on
Arie MP Tamba
Jurnal Nasional, 3 Nov 2013
‘Saya pegang ajaran Multatuli bahwa kewajiban manusia adalah menjadi manusia.‘ (Pramudya Ananta Toer, Tempo, 1999).
KETIKA Alice Munro, cerpenis Kanada yang piawai mengolah dan mengurai “jiwa perempuan” sampai ke sela-sela terdalamnya, dan menampilkannya ke permukaan dalam untaian cerita bergaya realis yang memukau menyabet Nobel Sastra 2013, seorang penulis di dunia maya menulis, “Saya suka, tapi saya tetap menjagokan Pramudya Ananta Toer.” Suatu pernyataan yang bagi saya “membangunkan” pertanyaan dan mengingatkan saya pada sebuah tulisan tentang karya Pram, Arus Balik. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Arie MP Tamba, Essay, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Jakob Sumardjo
Kata kritik bagi kita mempunyai konotasi tidak menyenangkan. Orang tidak senang dinilai oleh orang lain. Akan tetapi, orang senang melihat orang lain menilai orang lain. Jadi, kritik itu hanya mengasyikkan sebagai ‘tontonan’.
Kritik memang tradisi baru dalam masyarakat Indonesia. Istilah kritik sendiri jelas tak ada padanannya dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Essay, Jakob Sumardjo, Kritik Sastra, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »