Posted by PuJa on
: Mengenang Wafatnya Pramoedya Ananta Toer 5 tahun
Wandi Barboy Silaban *
30 April 2006 di Karet, 5 tahun lalu tepatnya, kembali Indonesia berduka. Ya, di sana terbujurlah sang pengarang yang namanya beberapa kali dicalonkan meraih kandidat nobel di bidang kesusastraan dunia. Tapi, kandidat tinggallah kandidat. Hingga akhir hayatnya, nobel pun tak kunjung jatuh ke tangannya. (lebih…)
Filed under: Berita Utama, PUstaka puJAngga
Tags: Berita Utama, Jendral Soeharto, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com, Wandi Barboy Silaban
No Comments »
Posted by PuJa on
Farid Gaban, Nurur Rokhmah Bintari, Dewi Rina Cahyani
majalah.tempointeraktif.com
Penampilannya bersahaja—terlalu bersahaja. Namun, ada yang sedikit aneh: dia tak memakai sandal seperti yang selalu dipakainya bertahun-tahun. Tentu saja, selain sebuah mesin ketik yang erat ditentengnya, dalam perjalanannya menuju New York awal April lalu itu. Mesin ketik mengisyaratkan anakronisme, New York adalah paradoks. Dan ada satu pertanyaan menggoda: tidakkah Pramoedya Ananta Toer—seperti tokoh dalam novel fiksi-sains klasik karangan H.G. Wells—merasa terlontar oleh mesin waktu ke dunia yang sama sekali berbeda? (lebih…)
Filed under: Canting, PUstaka puJAngga
Tags: Canting, Dewi Rina Cahyani, Farid Gaban, Nurur Rokhmah Bintari, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Peresensi: Ruth Indiah Rahayu *
Judul Buku: Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Gramedia, 2001
majalah.tempointeraktif.com
Tak seorang pun yang dapat menolong mereka. Di sini pula mereka kehilangan segala-galanya: kehormatan, cita-cita, harga diri, hubungan dengan dunia luar, peradaban dan kebudayaan …suatu perampasan total. (lebih…)
Filed under: PUstaka puJAngga, Review
Tags: Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Review, Ruth Indiah Rahayu, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
: Membicarakan Plus Minus Pramoedya
Arwan Tuti Artha
kr.co.id
BUKU ini rasanya tidak terlalu istimewa, jika hanya membicarakan soal Pramoedya Ananta Toer. Apalagi, isinya berbagai kumpulan tulisan yang sebelumnya sudah dimuat media massa dan nyaris tak ada yang baru. Judulnya pun tidak simpel. Panjang dan penuh penjelasan. Pram misalnya diibaratkan sebagai perahu yang setia dalam badai. Toh, masih harus dijelaskan lagi sebagai serba-serbi tentang Pram. Tetapi, sebagai buku referensi yang membicarakan plus dan minusnya Pram, tak bisa dianggap enteng upaya yang dilakukan Penerbit Bukulaela ini. (lebih…)
Filed under: Canting, PUstaka puJAngga
Tags: Arwan Tuti Artha, Canting, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »