Posted by PuJa on
Asep Sambodja
oase.kompas.com
Ada pernyataan Pramoedya Ananta Toer yang membuat saya masygul. Dalam buku Saya Ingin Lihat Semua Ini Berakhir (Depok: Komunitas Bambu, 2008), Pramoedya Ananta Toer mengatakan kepada Kees Snoek bahwa sejak berumur 17 tahun, dirinya sudah menolak wayang, karena wayang pada dasarnya hanya omong kosong belaka. (lebih…)
Filed under: Essay, PUstaka puJAngga
Tags: Asep Sambodja, Essay, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Mustafa Ismail, Arif Zulkifli, Hermien Y. Kleden, Mardiyah Chamim
majalah.tempointeraktif.com, 4 Mei 1999
SEBELUM berangkat, Pram bersedia menerima Mustafa Ismail, Arif Zulkifli, Hermien Y. Kleden, Mardiyah Chamim, dan fotografer Robin Ong dari TEMPO hingga beberapa kali. Sembari mengenakan kaus putih dan kain sarung, Pram, ketika menjawab pertanyaan TEMPO, sesekali suaranya meninggi dan keras tatkala menjawab pertanyaan agak sensitif. (lebih…)
Filed under: Interview, PUstaka puJAngga
Tags: Arif Zulkifli, Hermien Y. Kleden, Interview, Mardiyah Chamim, Mustafa Ismail, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com, Wawancara
No Comments »
Posted by PuJa on
Judul Buku: 1000 Wajah Pram dalam Kata dan Sketsa
Penyunting: Astuti Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Tebal: xvi+504 halaman
Peresensi: Engkos Kosnadi *
oase.kompas.com
100 Wajah Pram dalam Kata dan Sketsa, Ini sebuah buku yang saya kategorikan sebagai salah satu “babad pram” yang ditulis oleh sekitar 68 orang yang pusparagam dari mulai wartawan, pemimpin redaksi, pustakawan, guru, sahabat, pengagum, pemerhati, adik, anak dan cucu dan beberapa orang sahabat dekat pram dan banyak profesi lainnya, jadinya ‘gado-gado ala pramis’. (lebih…)
Filed under: PUstaka puJAngga, Review
Tags: Engkos Kosnadi, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Review, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Gunawan Budi Susanto
Suara Merdeka.com, 1 Mei 2006
INNA lillahi wa inna ilaihi rajiun. Pramoedya Ananta Toer tak pernah menyerah di bawah kepongahan dan kebebalan (kekuasaan) manusia. Namun kini, mau tak mau, dia harus menyerah di bawah kuasa ilahi.
Ya, Minggu (30/4) kemarin pukul 08.30, dia mengembuskan napas terakhir dalam rengkuhan keluarga tercinta. Kini Pram telah pergi, meninggalkan bumi manusia. (lebih…)
Filed under: Canting, PUstaka puJAngga
Tags: Canting, Gunawan Budi Susanto, Pramoedya Ananta Toer, PUstaka puJAngga, Sastra-Indonesia.com
No Comments »